Selasa, 22 April 2014

-05- BLADDER TRAINING



1.    PENGERTIAN
       Ada berbagai macam cara untuk mengembalikan lagi fungsi berkemih. Salah satunya bisa dilakukan dengan melatih kembali kandung kemih (bladder training). Bladder training adalah salah satu upaya untuk mengembalikan fungsi kandung kemih yang mengalami gangguan ke keadaan normal atau ke fungsi optimal (Potter & Perry, 2005). Bladder training merupakan salah satu terapi yang efektif diantara terapi nonfarmakologis.
       Terdapat tiga macam metode bladder training, yaitu Delay urination (menunda berkemih), scheduled bathroom trips (jadwal berkemih), dan kegel exercises (latihan pengencangan atau penguatan otot-otot dasar panggul). Kegel exercise adalah latihan untuk meningkatkan kekuatan otot dasar panggul yang terdiri dari kontraksi kelompok otot yang berulang (Potter & Perry, 2005). Karena kegel exercise memiliki manfaat yang baik untuk mengembalikan fungsi kandung kemih. Untuk itu diperlukan pemberian informasi dan demonstrasi mengenai kegel exercise, khususnya bagi lansia karena berdasarkan data yang didapat inkontinensia lebih umun dialami oleh lansia.                        

2.   TUJUAN
       Tujuan dari bladder training adalah untuk melatih kandung kemih dan mengembalikan pola normal perkemihan dengan menghambat atau menstimulasi pengeluaran air kemih. Terapi ini bertujuan memperpanjang interval berkemih yang normal dengan berbagai teknik distraksi atau tekhnik relaksasi sehingga frekuensi berkemih dapat berkurang, hanya 6-7 kali per hari atau 3-4 jam sekali. Melalui latihan, penderita diharapkan dapat menahan sensasi berkemih.
Tujuan lain yang dapat di capai adalah :
  • Klien dapat mengontrol berkemih
  • Klien dapat mengontrol buang air besar
  • Menghindari kelembaban dan iritasi pada kulit lansia
  • Menghindari isolasi sosial bagi klien

3.   INDIKASI
  • Orang yang mengalami masalah dalam hal perkemihan
  • Klien dengan kesulitan memulai atau menghentikan aliran urine
  • Orang dengan pemasangan kateter yang relative lama
  • Klien dengan inkontinentia urine

4.    PROGRAM LATIHAN BLADDER TRAINING
·   Penyuluhan
     Memberikan pengertian kepada klien tentang tata cara latihan bladder training yang baik, manfaat yang akan di capai dan kerugian jika tidak melaksanakan bladder training dengan baik.

·   Tahapan latihan mengontrol berkemih
Beberapa tindakan yang dapat membantu klien untuk mengembalikan kontrol kemih yaitu :
Persiapan alat :
  • Jam
  • Air minum dalam tempatnya
  • Obat diuretic jika diperlukan
Persiapan pasien
  • Jelaskan maksud dan tujuan dari tindakan tersebut
  • Jelaskan prosedur tindakan yang harus dilakukan klien
Langkah-langkah :
  1. Beritahu klien untuk memulai jadwal berkemih pada bangun tidur, setiap 2-3 jam sepanjang siang dan sore hari, sebelum tidur dan 4 jam sekali pada malam hari.
  2. Beritahu klien minum yang banyak sekitar 30 menit sebelum waktu jadwal untuk berkemih.
  3. Beritahu klien untuk menahan berkemih dan memberitahu perawat jika rangsangan berkemihnya tidak dapat di tahan.
  4. Klien di suruh menunggu atau menahan berkemih dalam rentang waktu yang telah ditentukan 2-3 jam sekali
  5. 30 menit kemudian, tepat pada jadwal berkemih yang telah ditentukan, mintalah klien untuk memulai berkemih dengan teknik latihan dasar panggul.

·      Senam Kegel
Ø  Pengertian      
            Senam Kegel adalah senam yang bertujuan untuk memperkuat otot-otot dasar panggul terutama otot pubococcygeal sehingga seorang wanita dapat memperkuat otot-otot saluran kemih. Nama senam ini diambil dari penemunya Arnold Kegel, seorang dokter spesialis kebidanan dan penyakit kandungan di Los Angeles sekitar tahun 1950-an. Dokter Kegel seringkali melihat pasiennya yang sedang dalam proses persalinan sering tidak dapat menahan keluarnya air seni (ngompol). Timbullah inisiatifnya untuk menemukan exercise agar pasiennya tidak mengalami hal tersebut.

Ø  Langkah-langkah Senam Kegel
Persiapan pasien
  • Sampaikan salam (Lihat SOP Komunikasi Terapeutik)
  • Jelaskan tujuan dan prosedur yang akan dilakukan

Persiapan alat:
  • Catatan perawat
  •  Klem
 Persiapan Lingkungan
  • Jaga privasi klien dengan menutup pintu
  • Atur pencahayaan, penerangan dan ruangan yang kondusif
Pelaksanaan: ada 2 tingkat yaitu tingkat masih dalam kateter dan tingkat bebas catheter.
·                     Tingkat masih dalam kateter:
-           Prosedur 1 jam:
Ø  Cuci tangan.
Ø  Klien diberi minum setiap 1 jam sebanyak 200 cc dari jam 07.00 s.d. jam 19.00. Setiap kali habis diberi minum ,kateter di klem.
Ø  Kemudian setiap jam kandung kemih dikosongkan mulai jam 08.00 s.d. jam 20.00 dengan cara klem kateter dibuka.
Ø  Pada malam hari (setelah jam 20.00) catheter dibuka (tidak diklem) dan klien boleh minum tanpa ketentuan seperti pada siang hari.
Ø  Prosedur  tersebut diulang  untuk hari  berikutnya  sampai program tersebut berjalan lancar dan berhasil.

-      Prosedur 2 jam:
Ø  Cuci tangan.
Ø  Klien diberi minum setiap 2 jam sebanyak 200 cc dari jam 07.00 s.d. jam 19.00. Setiap kali habis diberi minum, catheter di klem.
Ø  Kemudian setiap jam kandung kemih dikosongkan mulai jam 09.00 s.d jam 21.00 dengan cara klem catheter dibuka.
Ø  Pada malam hari (setelah jam 20.00) catheter dibuka (tidak diklem) dan klien boleh minum tanpa ketentuan seperti pada siang hari.
Ø  Prosedur  tersebut  diulang untuk  hari berikutnya  sampai program tersebut berjalan lancar dan berhasil.

·      Tingkat   bebas   kateter   prosedur   ini   dilaksanakan   apabila prosedur 1 sudah berjalan lancar:
Ø  Cuci tangan.
Ø  Klien diberi minum setiap 1 jam sebanyak 200 cc dari jam 07.00 s.d. jam 19.00, lalu kandung kemih dikosongkan.
Ø  Kemudian kateter dilepas.
Ø  Atur posisi yang nyaman untuk klien, bantu klien untuk konsentrasi BAK, kemudian lakukan penekanan pada area kandung kemih dan lakukan pengosongan kandung kemih setiap 2 jam dengan menggunakan urinal.
Ø  Berikan minum terakhir jam 19.00, selanjutnya klien tidak boleh   diberi   minum sampai   jam    07.00    pagi    untuk menghindari klien dari basahnya urine pada malam hari.
Ø  Beritahu   klien   bahwa   pengosongan   kandung   kemih selanjutnya dijadwalkan setiap 2 jam sekali, apabila ada rangsangan    BAK    sebelum    2    jam    klien    diharuskan menahannya
Ø  Buatlah    sebuah   jadwal   bagi    pasien    untuk    mencoba mengosongkan kandung kemih dengan menggunakan urinal.
Ø  Alat-alat dibereskan
Ø  Akhiri interaksi dengan mengucapkan salam
Ø  Cuci tangan (Lihat SOP Cuci Tangan)
Ø  Dokumentasikan hasil tindakan


DAFTAR PUSTAKA

Potter & Perry. 2005. Buku Ajar Fundamental Keperawatan Konsep, Proses, dan Praktik;. Volume 2. Jakarta : EGC.
Smeltzer, C. Suzanne. 2001. Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah Ed. 8 Volume 2. Jakarta: EGC.

0 komentar: